THE MIRACLE THAT I HATE

image

Title: THE MIRACLE THAT I HATE

Author: Clarence Vynna Zefanya

Genre: bad romance-hurt-sweet

Main Cast: Cho KyuHyun – Choi Hee Yeon

Support cast: mysteri.

***

Not the first, it’s a teaser.

*

“Aku membenci hidupku – aku menyukai hidupmu. Aku membenci segala hal yang terjadi dalam hidupku, apapun itu – aku menyukai segala hal yang terjadi dalam hidupmu, apapun itu. Aku membenci diriku – aku menyukaimu.”The Miracle that I Hate.

:mrgreen::mrgreen::mrgreen:

Aku Hee Yeon. Aku menyukai namaku.
Aku Hee Yeon. Aku menyukai hidupku.
Aku Hee Yeon. Aku menyukai segala hal yang terjadi dalam hidupku, apapun itu.
Aku Hee Yeon. Aku menyukai diriku.

Kali ini, aku menolak semua ucapan penuh rasa percaya diri yang dulu pernah aku ucapkan. Aku sudah lupa bagaimana caranya untuk tersenyum lebih dari tiga detik. Aku sudah tidak ingat bagaimana caranya untuk bisa tertawa dengan mulut terbuka seakan aku benar-benar sedang tertawa. Aku sudah tidak ingat bagaimana caranya untuk menyukai namaku, menyukai hidupku, menyukai segala hal yang terjadi dalam hidupku, dan menyukai diriku sendiri.

Sejak itu, aku berani bertaruh pada siapapun kalau aku sudah tak punya hati lagi. Aku berani bertaruh kalau aku sudah tak pernah tersenyum lebih dari tiga detik.

Dan aku, Choi Hee Yeon, tidak pernah mencoba lagi untuk percaya pada yang namanya keajaiban. Keajaiban itu tidak ada, yang ada hanya sebuah kebetulan. Aku berani jamin, karena aku sudah merasakannya.

:mrgreen:

“Hari ini kampus kita akan kedatangan tamu istimewa, kau tahu itu?” Aku hanya menoleh dengan malas saat In Young, seseorang yang mengklaim dirinya sebagai sahabat terbaikku mengajakku bicara. Saat ini kami sedang berjalan dibawah terik matahari untuk menuju kelas. Dan, ya, aku sudah bisa menebak kemana arah pembicaraan In Young, saat kami baru saja melihat sebuah banner berukuran cukup besar terpampang nyata didekat gerbang depan, yang bertuliskan ‘Take It If You Want’  sebuah tema dari acara tahunan wajib dikampus ini.

Take It If You Want yang berarti ‘Ambil ini jika kau mau’ adalah suatu acara pencarian bakat menulis, membuat film dokumenter, yang diadakan oleh perusahaan besar bernama Cho Comunity.Ent yang setiap tahunnya sukses menerbitkan banyak karya tulis seperti novel yang setiap versinya akan diterbitkan dalam cakupan melebihi angka satu juta. Selain menerbitkan novel-novel terbaik, Cho Comunity.Ent juga bisa dibilang sukses besar dalam merilis beberapa jumlah film layar lebar yang selalu dimininati oleh semua orang yang tinggal di Seoul, dan berhasil menarik minat orang-orang asing untuk datang ke Seoul untuk menonton film yang mereka rilis atau sekedar untuk memburu berpuluh-puluh novel terkenal dengan versi yang berbeda. Selain berhasil merilis banyak novel dan film layar lebar, Cho Comunity.Ent juga bisa dibilang sukses dalam mendebutkan beberapa orang besar dalam bidangnya. Tentu saja mereka bukan artis, mereka adalah penulis-penulis handal terbitan Cho Comunity.Ent yang berhasil mendokumentasikan hasil karya tulis mereka menjadi sebuah film yang patut ditonton oleh semua manusia yang berpijak dimuka bumi ini.

Alasan yang lebih spesifik lagi, mengapa Cho Comunity.Ent selalu mengadakan acara rutin tahunan dikampus ku bukanlah karena mereka sedang mencari bakat dari anak-anak ingusan seperti kami. Melainkan karena pemegang saham utama di Universitas tempat aku bernaung saat ini adalah tuan Cho KyuHyun yang terhormat selaku anak tunggal dari tuan Cho DaeWoon, direktur utama Cho Comunity.Ent yang menjabat sebagai direktur kedua dari perusahaan itu.

Dan sampai detik inipun aku belum pernah melihat secara langsung si pemegang saham utama itu. Aku tidak tahu seperti apa wajahnya, seperti apa tubuhnya, tinggi atau pendek, seperti apa gaya rambutnya, dan berapa umurnya. Lagipula, aku tidak tertarik dengan itu semua. Aku tidak tertarik dengan perusahaan yang dipimpinnya dan apapun yang menyangkut-paut dengan dirinya.

Tapi, aku pernah sekali membayangkan seperti apa tuan Cho Kyuhyun yang terhormat itu. Berambut tebal berwarna hitam, berpostur tubuh tinggi dengan perut depan yang sedikit membuncit, memiliki kumis tipis diatas bibirnya, dan pasti dia adalah orang yang sangat mengagungkan waktu dan pekerjaan. Ya, setidaknya, itulah bayangan orang-orang sukses yang menjabat sebagai direktur disuatu perusahaan besar. Dan lucunya, tak ada satu temanku yang juga mengenal siapa anak tunggal tuan Cho yang kaya raya itu. Karena pada setiap kesempatan yang ada, tuan Cho Kyuhyun tidak pernah sekalipun datang ke kampus bahkan hanya untuk sekedar bertepuk tangan atas pidato ayahnya, tuan Cho DaeWoon yang ramah.

Hee Yeon-ssi..” In Young menyadarkanku dari lamunan panjang tak penting ini. Aku membalas tatapannya, lalu menunjukkan raut wajah malasku.

In Young-ssi, kau sudah berapa lama berteman denganku, eoh? Apa kau lupa kalau aku tidak pernah memperdulikan acara itu. Dan kau masih berani membicarakan hal itu didepanku, begitu?” Aku membalas ucapan In Young sebelumnya, sesaat sebelum aku melamunkan tentang tuan Cho yang aku sendiri tak tahu seperti apa dirinya.

In Young menatapku dengan tatapan intimidasi, “Kau yakin, kau tidak pernah memperdulikan acara rutin tahunan itu? Lalu, mengapa aku sering kali melihat puluhan kertas hasil print out dari laptopmu yang berisikan naskah yang ya… aku belum pernah membacanya dengan detail, tapi aku selalu mendapati tulisan Cho Comunity.Ent sebagai tujuanmu untuk mengirim naskah itu. Kau masih mau mengelak?”

Aku menghentikan langkahku saat In Young mengintimidasiku dengan begitu intens.

“Ya! Apa yang kau lakukan dikamarku? Apa yang kau lakukan dimeja belajarku? Ya! Han In Young!

In Young menggeleng pelan saat melihat aku yang begitu kagetnya mendengar pernyataannya.

“Kau, memang pernah kau merapikan kamarmu setelah laki-laki itu menghancurkan hidupmu? Dan kau tidak pernah tahu, kalau selama ini akulah yang merapikan kamar serta meja belajarmu? Ya! Kau ini sangat keterlaluan!” Balasnya yang membuatku kembali tersadar bahwa hidupku sudah benar-benar hancur. Dan, ya aku hanya tidak ingin In Young tahu kalau selama ini aku berusaha mengirim naskahku untuk perusahaan besar itu, namun aku selalu mundur selangkah saat pintu keberhasilan sudah ada didepan mataku. Ya, aku selalu mengurungkan niatku dan itulah sebabnya naskah yang aku buat tak pernah sampai di perusahaan itu dan itulah sebabnya aku tak pernah bertemu dengan tuan Cho yang terhormat itu.

“Aku tidak ingin membahasnya. Aku duluan.” Aku melangkahkan kaki lebih cepat untuk mendahului In Young, dan aku harus kembali berhenti saat seseorang yang lain, bukan In Young, memanggil namaku. Aku berbalik sekilas dan mendapati Min Ra, teman sekelasku berdiri disamping In Young dengan senyumnya.

“Ya! Choi Hee Yeon! Chukhae!”

“Mwo?”  Aku jelas tidak mengerti atas ucapan selamat dari Min Ra.

In Young dan Min Ra berjalan cepat menghampiriku. Sepertinya, Min Ra sudah lebih dulu memberitahu In Young. Ya, aku dapat melihat raut bahagia diwajahnya. Alisku berkerut, “wae?” 

Min Ra mendekat kearah ku, dan dia membisikkan sesuatu ditelingaku. Aku hanya menatap bingung penuh pertanyaan pada In Young yang berdiri didepanku.

“MWOOOO? AKU? MWO?!”

Dan aku tak bisa lagi bernafas untuk sekarang.

:mrgreen:

“Bisa kau tunjukkan naskahmu, nona?”

“A-aku..”

“Aku meminta naskahmu. Aku ingin membacanya.”

“A-aniyo. Aku..”

Sungguh ini diluar perkiraanku.

:mrgreen:

“Kau, Choi Hee Yeon? Nona Choi Hee Yeon?”

“Aku, Cho Kyu Hyun.”

:mrgreen:

Hee Yeon-ya, bisakah kita membicarakan hal ini? Kau tahu, aku tidak pernah sekalipun mengiyakan ajakan perpisahan kita. Kau tau itu.”

Lee Donghae-ssi.. Bisakah kita benar-benar berpisah? Aku tidak ingin lagi mengenalmu. Tolonglah bantulah aku.”

Dan inilah teaser untuk chapter 1 “The Miracle that I hate” maaf kalau ini bener-bener jelek dan nggak muasin. Aku mampunya cuma segini. Mianhamnida:’) aku harap kalian mau kasih komentar yang membangun aku untuk kedepannya. Aku juga belom sempet rombak wordpress-nya karena aku baru banget buat dan belom ngotak- ngatik.

Sampai bertemu di chapter one, The Miracle that I Hate :mrgreen:

LeeCho.

Advertisements

2 thoughts on “THE MIRACLE THAT I HATE”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s